Sabtu, 06 Januari 2018

tugas kuliah....

Judul Resensi: Pembenaran Konsep Tafsir Bil Ra’yi.
Pengarang: Sofyan  Solehuddin                                          
Identitas Buku
Judul buku: Tafsir Bil Ra’yi
Nama Pengarang: DR. H. Anshori LAL., MA.
Nama Penerbit: Gaung Persada Press Jakarta
Ketebalan Buku: 182 Halaman
Tahun Terbit: 2010
ISBN: 978-602-8807-04-3

 


Pendahuluan

                   Al-Qur’an merupakan salah satu kitab suci yang sangat subtansial, progresif dan dinamis. Potret bahasa dan ajaran yang ditertera dalam Al-Qur’an butuh pemahaman, pengamatan dan analisi yang mendalam sehingga benar-benar menghasilkan sebuah proyeksi analisis yang objektif. Proses analisis penginterpretasian yang dinamis ini yang pada akhirnya memunculkan sebuah pemahaman yang memberikan konsep jalan terbaik yang bisa megantarkan kepada kebenaran.

Kamis, 04 Januari 2018

Makalah studi naskah tafsir 



PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Dewasa ini, carut marut kehidupan sudah tidak baik lagi. Banyak di sekitar kita adanya dekadensi moral, korupsi meraja lela dan konflik sosial lainnya  yang masih terjadi di dalam masyarakat. Seharusnya ini menjadi perhatian bagi kita semua baik dari pihak pemerintah maupun dari individu masing-masing.
Kita harus menyadari bahwa konsekuensi perbuatan buruk manusia akan berpengaruh keberlangsungan hidup manusia. Sebelum ini terjadi, maka perlu kita berusaha untuk mengkaji penyebab korelasi perbuatan buruk manusia dengan perubahan sosial dalam masyarakat.
Untuk menjawab semua ini, ternyata Alquran sudah membahasnya terkait hubungan perbuatan buruk manusia dengan kerusakan moralitas masyarakat.
Oleh karena itu, makalah ini akan membahas bagaimana Alquran berbicara tentang perubahan yang ada dalam masyarkat. Pada makalah ini, kami mengutip dari tafsir al-Maraghi, karena di sana memberikan penjelasan yang sederhana yang mudah dipahami dan cukup kontekstual.
Makalah tentang surah At-Taubah

Pendahuluan
Perang dalam islam merupakan jalan terakhir mengekspansi wilayah kekuasaan. ini semua bukan berarti islam tidak suka damai, melainkan karena kondisi geo-politik pada saat itu mengharuskan berperang, itu pun harus melewati beberapa tahap. Seperti melakukan lobi ke pihak lawan demi terhindarnya pertumpahan darah. Namun biasanya dari lawanlah yang terlalu angkuh dan sombong, mereka kadang yang menabuh gendrang perang terlebih dahulu. Ketika sudah demikian yang terjadi maka al-Qur’an memberikan aturan-aturan kepada umat islam khususnya aturan siapa yang wajib berperang mapun siapa yang mendapat dispensasi untuk tetap di rumah.
Pembahasan pada ayat-ayat at-Taubah ini akan diinterpretasikan dan dibandingkan dengan pendapat ulama’ tafsir, antara lain: Tafsir al-Misbah, safwatu tafasir, dan al-Manar. Pemakalah mengambil dari tafsir-tafsir tersebut atas beberapa pertimbangan antara lain karena tafsir-tafsir tersebut lebih mudah dipahami dan kontemporer. Sehingga dengan alasan ini dapat melihat dan merealisasikan dengan kontek zaman ini.
Makalah kitab tafsir al-samarqandi

BAB 1
Pendahuluan
A.  Latar belakang masalah
Memahami esensi dari sebuah kitab tafsir sangatlah diperlukan. Baik masalah corak penafsirannya, pendekatan yang diambil dan gaya bahasa yang dipakainya. ada yang pendekatannya memakai pendekatan bahasa, ada juga yang corak penafsirannya lebih dominan diriwayat walau kadang diselipi tafsir yang menjelaskan tentang ilmu Qira’at. Sebut saja tafsir Bahr al-Ulum karangan al-Samarqandi, tafsir ini lebih condong menggunakan metode riwayat untuk menafsirkan Al-Qur’an. 
Sangat penting bagi kita untuk mengkaji terlebih dulu metodologi atau pendekatan yang diterapkan oleh al-Samarqandi (yang secara garis besar lebih kepada riwayat). Soalnya tidak menutup kemungkinan adanya pendekatan lain dalam tafsir tersebut. Atau kita kaji (walau melalui pendapat ulama’ tentang kitab itu) seberapa kuat riwayat yang dipakai oleh al-Samarqandi. Bisa jadi konsep riwayat yang dipakai masih lemah atau dari riwayat yang tidak jelas.

makalah Asbab al-Nuzul

Pendahuluan
Alquran dalam proses penurunannya tidak turun sekaligus dalam satu waktu, namun turun secara berangsur-angsur dalam kurun waktu kurang lebih 23 tahun. Ada yang turun untuk memberikan hidayah, pendidikan, dan pencerahan, tanpa didahului atau terikat dengan sebab tertentu dan ada juga turun terkait dengan persoalan dan peristiwa yang terjadi saat waktu diturunkan.
Asbabun nuzul menempati posisi yang penting dalam menafsirkan   Alquran dan untuk bisa memahaminya pun tidak terlepas dari kondisi sosio-historis dimana Alquran itu diturunkan. Sabab nuzul mendeskripsikan bahwa ayat-ayat Alquran memiliki hubungan dialektik dengan fenomena sosiokultur masyarakatnya. Mengetahui penyebab penurunan wahyu dapat membantu mufassir dalam mengungkap makna yang sebenarnya, hikmah dibalik penetapan suatu hukum, serta mempermudah memahami pesan Alquran secara komprehensif dan proporsional.[1]

Permulaan penciptaan manusia dan keraguan malaikat akan kemampuan manusia

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ (30)

Ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada malaikat: “sesungguhnya aku hendak menjadikan seseorang khalifah di muka bumi. Mereka berkata:”Mengapa engkau hendak menjadikan  khalifah di bumi. Itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji engkau dan mensucikan engkau? “tuhan berfirman;”sesungguhnya aku mengetahui yang tidak kamu ketahui”.

.  Nama; Sofyan Solehuddin

 Tafsir Tahlili dalam Surah An-Nisa’ dari Ayat 138 sampai Ayat 149

 بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (138) الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا (139) وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا (140) الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِنَ اللَّهِ قَالُوا أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ وَإِنْ كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبٌ قَالُوا أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُمْ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فَاللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا (141) إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا (142) مُذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَلِكَ لَا إِلَى هَؤُلَاءِ وَلَا إِلَى هَؤُلَاءِ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا (143)

Minggu, 26 November 2017

TAFSIR MAUDHU'I IBADAH "PUASA"

Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
Puasa merupakan salah satu rukun islam yang wajib dikerjakan oleh orang-orang islam. Oleh karenanya penting kiranya untuk dikaji lebih dalam, bukan hanya sekedar menjalankannya saja, melainkan mengetahui keterangan lebih lanjut, khususnya keterangan-keterangan tentang ayat-ayat yang berkaitan tentang kewajiban berpuasa.
Mungkin saja sebagian dari kita sudah tahu perintah dari wajibnya berpuasa, akan tetapi masih banyak dari kita yang masih belum mengetahui keterangan langsung dari ayat-ayat oleh para mufasir. Yang notabena ada segi-segi tertentu yang kadangkala menimbulkan kontrofersi dikalangan mufasir.
Disinilah pentingnya pembahasan materi tafsir maudhu’i ibadah yang berhubungan dengan puasa. Yang mana didalamnya akan mengkaji tafsir dari ayat-ayat yang berkaitan langsung dengan puasa, didukung lagi adanya penyuguhan beberapa pendapat para mufasir diketerang-keterangan tertentu.

Sabtu, 18 November 2017

makalah metode penelitian

Pendahuluan
Latar belakang masalah
Penelitian merupakan salah satu cara manusia untuk dapat mengungkapkan kebenaran dengan cara menganalisis keadaan, mendeskripsikan dan mengkonstruksi data yang ada, tentunya itu semua dilakukan dengan sistematis, metodologis dan konsisten. Dalam sebuah penelitian, tidak segampang yang dibayangkan. Perlu pengamatan dan ketajaman berfikir dalam meneliti. Itu semua dapat dibantu dan mudah dikerjakan ketika data yang dimiliki dalam persiapan meneliti banyak dan lengkap. Dengan data-data ini akan dengan mudah mendatangkan ide dalam menentukan subjek maupun objek penelitian.

Tafsir Tahlili Surah Ali Imran dari ayat 159-164

Tafsir Tahlili Surah Ali Imran dari ayat 159-164
Oleh: Sofyan Solehuddin

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (159) إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ (160) وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَغُلَّ وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ (161) أَفَمَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَ اللَّهِ كَمَنْ بَاءَ بِسَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (162) هُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ اللَّهِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ (163) لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (164

Kamis, 26 Oktober 2017

                           Pentingnya Sikap Mencintai Ilmu Pengetahuan                                                                                     
إقرأ  adalah ayat fenomenal yang menjadi simbolik aktif untuk menyukai ilmu pengetahuan melalui kesadaran diri akan penggemaran membaca pada alam ini agar dapat diaplikasikan dalam bentuk nyata. Dan tentunya masih banyak ayat lain yang medukung akan pentingnya ilmu pengetahuan. Ini menjadi isyarat penting bagi kita untuk selalu mempunyai spirit juang yang tinggi mentafakuri alam semesta ini, didukung lagi atas penggunaan kata إقرأ yang dapat diinterpretasiakan bukan hanya membaca pada teks saja melainkan dapat diinterpretasikan dengan makna dan maksud agar membaca, mentadaburi dan menghayati alam semesta ini.

Adalah bukan tanpa alasan, alquran memerintahkan kita untuk mencintai ilmu pengetahuan, ini semua tak lepas dari sifat dasar manusia yang ekpresif (berkembang) mempunyai kemampuan untuk mengakses sebanyak-banyaknya tentang alam ini menggunakan akal pikirinnya.
JIHAD DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN

 Islam adalah spirit kreatif dan reformatif. ajaran tauhid yang diserukan nabi muhammad terkait dengan nilai-nilai kemanusiaan universal dan keadilan yang dijujung tinggi, di dalamnya mencerminkan akan ketidakadaannya faham fundamentalis, radikal dan ekstrimisme.Namun belakangan ini, isu-isu tentang islam begitu buruk dimata kancah internasiaonal, tak lain karena banyak dari kalangan islam sendiri yang mengaku dirinya paling benar sehingga mempropaganda kaum awam untuk membuat tindakan ekstrimisme yang tidak sesuai dengan nilai-nilai islam itu sendiri. Contoh kecilnya , adanya bom bunuh diri yang sudah bertebaran dimana-mana dengan mengatas namakan JIHAD . Padahal disana tidak ada prinsip humanisme , justru merugikan tatanan sosial masyarakat. Oleh karenanya, pemaparan tetang jihad ini sangat penting untuk menepis rasa penasaran dalam memahami hakikat jihad itu sendiri. kesalahpahaman maupun penyempitan makna yang cendrung mendorong tindakan kekerasan, hal ini didasari pemahaman atas wahyu-wahyu Alquran tentang jihat yang turun pada periode mekah yang berorientasi dakwah, sementara ayat-ayat  jihad periode madinah berorientasi perang, seperti ayat-ayat jihad dalam surah al-Anfal dan at-Taubah. Namun ayat-ayat jihad madinah dipandang menghapus ayat-ayat jihad periode Mekah.

Minggu, 08 Oktober 2017

Asa bangsa yang patah

Kau maju bertopeng semu
Datang merayu rakyat-rakyat jelata
Yang tak tau apa itu negara

Rakyat hanya bisa menyapa 
Penuh dengan harapan 
Harapan yang bisa membuatnya melayang
Melayang kepangkuan keadilan

Sabtu, 25 Maret 2017

Ohhh mimpi
Kau memang ada untuk menipu
Ku kejar kau menjauh
Seakan kau tak hiraukan ku

Jumat, 17 Maret 2017

Apakah ini taqdirku?


Taqdir itu tak bisa diduga
Kadang berpihak pada kita
Kadang menyerang kita

Tapi hari ini
Tak apalah takdir itu berwujud gelap
Tak tampak kejelasan yang diberikan

Mengharap yang baik
Namun menunggu itulah jawaban yang datang

Kamis, 16 Maret 2017

"Menunggu"

Kadang hati harus mengerti
Bahwa senyumnya rembukan di malam hari harus dinanti

Kadang rasa harus merana 
Karena menunggu itu serpihan angin yang masih menjauh

Kadang asa itu terdiam
Terdiam karena takut kehilangan

Rabu, 15 Maret 2017

Hati Bersinar

Bahagia itu tak terduga
Kadang datang tanpa alasan
Kadang menjauh dengan beribu alasan

Senyum
Mungkin itu perwakilannya
Walau tak dirasakan oleh orang lain

Kadang bahagia itu manja
Butuh pengorbanan didalamnya
Saat itu pula
Relung hati terbang bersama asa
Berharap selalu hinggap di hati

Minggu, 24 April 2016

Puisi perpisahan

Relung hati terasa pilu 
Terpedaya oleh mendungnya langit kebersamaan
Setahun sudah keringat ketulusan mengalir 
Menyentuh hati yang dalam

Ya.... 
Itu perpisahan 
Waktu dimanaa di awal senang 
Diakhiri oleh kedukaan

Tak ada kata yang pantas 
Tuk ku lantunkan  
Hanya perwakilan hati 
Hanya... perasaan hati 
Yang sedih menatap waktu yang bermakna

Ujung kebersamaan  akan tiba 
Entah kemana semua akan melangkah 

Hanya harapan yang ada 
Semoga ......
Awal perpisahan ini mengantarkan kepada waktu 
Diamana akan ada cahaya pertemuan 
Yang saling tersenyum 

Merangkul dengan keihlasan 
Tuk mengantarkan keabadian 
Atas kenangan yang tumbuh 
Dengan benih kebersamaan 



Jumat, 22 April 2016

                           Obstruction of people being pious man and god fearing

          Nowadays, life is different between this era and prophet mohammad's era .  life who is complete by prosperity,justice,and peaceful. now, that is being lost , become declining moral, who never care for rule, regulation and culture. and many juvenile crime and abuse of drugs.
     
          The our caring is think for condition to be successful, who is generation of country making eliminate,lost,and wiping ugliness out .

Rabu, 13 April 2016



Puisi tentang kekaguman pada novel

Demi lantunan cerita

Aku tau ...
Aku sedang menjelma kiasan sebuah cerita
Disana ....
Rasa baru timbul mendayu raga dan mataku
Terpojokkan oleh satu poros penuh makna
Kadang dramatis kadang pula pilu
Kadang senang kadang pula tercekam oleh mimpi
Disanalah rasa yang ditimbulkan
Membuat ku mengorbankan waktu
Hingga larut dengan kisah-kisah itu